Nikmatnya Sedekah Sedekah Ekstrem = Balasan Ekstrem Saat kita melakukan
sedekah secara ekstrem maka balasan yang akan kita terima pasti secara
ekstrem juga. Bahkan terkadang balasan itu tidak masuk akal datangnya.
Kesimpulan saya ini berdasarkan beberapa artikel kisah nyata tentang
sedekah di blog saya; sedekah nekat ...atau
keajaiban sedekah dan berbagai pengalaman langsung yang saya rasakan.
Sedekah ekstrem adalah sedekah DENGAN HARTA TERBAIK dan dengan keyakinan
yang tinggi akan janji yang langsung diberikan Allah dalam Alqur’an.
Pelaku sedekah ekstrem sangat yakin berapa pun harta yang dikeluarkan
pasti akan dibalas LANGSUNG oleh Allah, sesuai dengan janji Allah di
Alqur’an; yaitu kelipatan 10 sampai ratusan kali lipat.
Alquran >
Surah Al Baqarah> Ayat 267 Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah
(di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan
sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan
JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari
padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji.
Ayat inilah yang ada hubungannya DENGAN SEDEKAH EKSTREM.
Kita disuruh menyedekahkan harta kita yang terbaik. Kemudian kita juga
dilarang memberikan sedekah kita dengan harta yang kita anggap remeh
atau kita sendiri tidak membutuhkannya. Inilah dasar bagi para pelaku
sedekah di artikel yang saya sebutkan di atas. Allah adalah MAHA
MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang
langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar
jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba anda
baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di
bagian bawah ini:
Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245 Siapakah
yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN
KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Dalam ayat
ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, DENGAN LIPAT
GANDA YANG BANYAK bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat
ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan
rejeki makhluk ciptaanNya. Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dalam ayat ini Allah
secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan
hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti
sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah
menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki, jadi
pasti ada dong yang tidak mendapatkan balasan. Makanya kita perlu
sedekah dengan ikhlas dan yakin akan janji Allah.
Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara
tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati. Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang
mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran
dan segala bentuk kesedihan.
Anda saat ini sedang punya masalah?
Makanya ayo segera bersedekah…..
Alquran > Surah An Nisaa’> Ayat
114 Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau
berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan
barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.
Nah ayat yang ini
adalah untuk saya dan anda yang mau menebarkan semangat sedekah pada
orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mau
mengajak sedekah orang lain. Makanya, silahkan share-kan artikel ini
pada siapa saja deh, bisa di Facebook, Twiter, atau blog anda. Sedekah
Ekstrem = Balasan Ekstrem Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Aamiin…(artikel:komunitas muslim)
Prana Sakti adalah perguruan bela diri tenaga dalam yang berasaskan Islam yang berpusat di jogjakarta dan memiliki cabang dibanyak kota besar diindonesia diantaranya Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, bandung, Bengkulu, Jambi, Padang, Riau, Semarang, Magelang, Boyolali, Ujung Pandang, Pare-pare, Kolaka dan lainnya.bahkan memiliki anggota di luar negeri diantaranya Malaysia, Thailand, Jerman dan lain-lain.
Wednesday, March 14, 2012
Monday, February 13, 2012
Tuesday, December 20, 2011
Sudahkan Kita Merasakan Nikmatnya Ibadah?
Sesungguhnya
ibadah itu memiliki rasa nikmat, kebahagiaan dan ketentraman yang hanya bisa
diketahui oleh orang yang merasakannya. Bahkan, kesempurnaan ibadah seseorang
ditandai kalau dia bisa merasakan bahwa ibadah itu nikmat. Karenanya, ia akan
mengesampingkan segala kenikmatan dunia untuk mencapai kenikmatan tersebut.
Kenikmatan
ibadah merupakan buah dari keimanan yang menancap kuat dalam diri seorang hamba
lalu dibuktikannya dengan melaksanakan ibadah dan beramal shalih. Maka dalam
ibadah dan amal shalih yang didasari iman dan muncul dari keimanan yang bisa
melahirkan kenikmatan dan kelezatan serta kebahagiaan.
Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda berkaitan dengan kenikmatan
ibadah ini,
ذَاقَ
طَعْم الْإِيمَان مَنْ رَضِيَ بِاَللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا
وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولًا
“Pasti
akan merasakan manisnya iman orang yang ridla Allah sebagai Rabb, Islam sebagai
dien/aturan hidup, dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai
rasul.” (HR. Muslim dari al Abbas bin Abdil Muthalib).
Kenikmatan
ibadah merupakan buah dari keimanan yang menancap kuat dalam diri seorang hamba
lalu dibuktikannya dengan melaksanakan ibadah dan beramal shalih.
Menurut
Ibnul Qayyim rahimahullah, kalau tiga keridlaan ini ada dalam diri
seseorang maka dia menjadi orang yang benar-benar jujur dalam beriman. Hal ini
sesuai dengan firman Allah,
إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ
الصَّادِقُونَ
“Sesungguhnya
orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi, dan mereka berjihad dengan
harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”
(QS. al Hujurat: 15)
Dalam
Shahihain, dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, “tiga hal yang terdapat dalam diri seseorang, maka ia
akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain
keduanya, tidaklah ia mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan ia benci
kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci
untuk dilemparkan ke dalam neraka.”
Dalam
riwayat Imam Ahmad, dari Abu Razin al ‘Uqaili rahimahullah, “apabila
kamu seperti itu maka benar-benar iman sudah masuk ke dalam hatimu sebagaimana
masuknya kecintaan kepada air bagi orang yang kehausan di tengah hari yang
terik.”
Makna
manisnya iman adalah nikmatnya melaksanakan ketaatan dan menanggung beban berat
dalam melaksanakan sesuatu yang diridlai Allah an Rasul-Nya serta
mengutamakan hal tersebut atas tawaran dunia.
Makna
manisnya iman adalah nikmatnya melaksanakan ketaatan dan menanggung beban berat
dalam melaksanakan sesuatu yang diridlai Allah 'Azza wa Jala dan
Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam serta mengutamakan hal tersebut
atas tawaran dunia.
Ibnul
Qayim bercerita tentang gurunya, Ibnu Taimiyah: “sungguh aku pernah mendengar
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “sesungguhnya di dalam dunia ada sebuah
surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan bisa memasuki
surga akhirat.”
sesungguhnya
di dalam dunia ada sebuah surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak
akan bisa memasuki surga akhirat.” Ibnu Taimiyah
Pada
suatu hari ia juga bercerita kepadaku, “apa yang yang akan dilakukan oleh
musuh-musuhku terhadapku? Sesungguhnya surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku.
Kemanapun aku pergi ia selalu bersamaku. Sungguh penjaraku adalah khalwat
(menyepi)ku bersama Allah, kematianku adalah kesyahidan, dan pengusiran diriku
dari negeriku adalah tamasya.”
Dalam
penjaranya di sebuah benteng, Ibnu Taimiyah berkata, “jika benteng bersama
isinya ini diganti dengan emas, tentu itu tidak imbang dengan nilai syukurku
kepada Allah atas nikmat ini.” Atau dengan ungkapan lain, pahala kebaikan dari
ibadah yang dilakukannya di dalam benteng penjaranya tidak bisa diukur dengan
banyaknya kemewahan dunia.
Dalam
sujud di tempat penjaranya, beliau berdoa, “Ya Allah mudahkanlah diriku untuk
berdzikir kepadamu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu.”
Kemudian beliau berkata kepadaku, “penjara adalah untuk orang yang ingin
memenjarakan hatinya hanya buntuk Allah, sedangkan istana adalah untuk orang
yang ingin mengumbar nafsunya.”
Ketika
Ibnu Taimiyaha sudah ke dalam benteng penjara dan ia melihar pagar tembok
tinggi yang memagarinya, maka ia membaca ayat Al Qur’an,
فَضُرِبَ
بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ
قِبَلِهِ الْعَذَابُ
“lalu
diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di bagian dalamnya ada
rahmat dan di bagian luarnya ada adzab.” (QS. Al Hadid: 13)
Demi
ilmu Allah, dan aku tidak melihat seseorang pun yang hidupnya lebih bahagia
daripada Ibnu Taimiyah, walaupun ia berada pada sempitnya penghidupan, tiadanya
kesejahteraan dan kenikmatan. Justru aku melihat kebalikannya. Memang ia berada
dalam penjara, intimidasi dan siksaan, namun ia adalah manusia yang paling
bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling kuat hatinya dan paling tenang
jiwanya sampai kebahagiaan dan kedamaiannya memancarkan cahaya di wajahnya.
Demi
ilmu Allah, dan aku tidak melihat seseorang pun yang hidupnya lebih bahagia
daripada Ibnu Taimiyah, walaupun ia berada pada sempitnya penghidupan, tiadanya
kesejahteraan dan kenikmatan.
Jika
kami dihantui ketakutan dan dihimpit urusan dunia, maka kami datang kepadanya.
Tatkala kami melihatnya dan mendengarnya petuahnya, maka hilanglah segala
ketakutan dan kehinaan. Setelah itu kami menjadi bahagia, kuat, yakin, dan
tenang. Mahasuci Allah yang telah menunjukkan surga kepada hamba-hamba-Nya
sebelum mereka bertemu dengan-Nya. Maha Suci Allah yang telah membukakan
pintu-pintu surga di dunia sehingga mereka merasakan kedamaian, kebahagiaan,
dan kebaikan selama mereka terus berusaha dan berlomba-lomba untuk
mendapatkannya.” (Al Wabilush Shayyib, karya Ibnul Qayim, hal. 63)
Sebagian
ulama mengatakan, “orang miskin di dunia yang sebenarnya adalah orang yang meninggalkan
dunia, sementara mereka belum pernah merasakan yang paling indah di dalamnya,
yaitu cinta kepada Allah dan beribadah kepada-Nya.”
Orang
miskin di dunia adalah orang yang belum pernah merasakan cinta kepada Allah dan
nikmatnya beribadah kepada-Nya.
Orang-orang
shaleh merasakan kebahagiaan hidup dengan shalat, ibadah dan dzikir malam.
Karena itu ada ada salah seorang dari mereka sampai mengatakan, “selama empat
puluh tahun aku tidak meras sedih melainkan sedih atas datangnya waktu siang.”
Al
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “ketika matahari terbenam, aku akan
menjadi bahagia. Karena dalam kegelapan malam aku bermunajat kepada Allah.”
.
. . kenikmatan yang dirasakan orang-orang yang beribadah pada malam hari lebih
terasa nikmat daripada hiburan orang-orang yang berfoya-foya di siang hari. . .
Abu
Sulaiman ad Darani rahimahullah berkata, “kenikmatan yang dirasakan
orang-orang yang beribadah pada malam hari lebih terasa nikmat daripada hiburan
orang-orang yang berfoya-foya di siang hari. Jika bukan karena waktu malam,
maka aku tidak suka berlama-lama hidup di dunia.”
Oleh: Badrul Tamam
Monday, December 12, 2011
Ucapan Terima kasih
Segala
puja dan puji bagi Allah SWT yang telah banyak memberikan hidayah,
karunia dan nikmat yang tidak terhingga, sehingga kita masih diberikan
kesehatan, waktu dan aktifitas untuk meraih keridhoan-Nya demi
mendapatkan kemenangan yang hakiki di dunia maupun di Akhirat yang akan
datang. Dan tidak pernah terlupakan Salam dan Shalawat selalu
tercurahkan kepada suri tauladan dan junjungan kita Nabiyullah,
Rasullullah Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat-sahabatnya dan semoga
kita adalah bagian umatnya yang akan mendapat Syafaatnya.
Sehubungan
dengan telah berlangsungnya hari besar Islam Idul Adha 1432 H, maka
dengan ini kami selaku Panitia Qurban Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam
Islam Prana Sakti Pusat Yogyakarta, mengucapkan terima kasih dan
penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para sohibul qurban baik dari
anggota Prana Sakti maupun dari masyarakat umum, seluruh anggota Prana
Sakti Pusat dan daerah, serta semua pihak yang telah dengan ikhlas ikut
berpartisipasi dalam kegiatan qurban pada hari raya Iedul Adha tahun
1432 H ini.
Semoga
ALLAH SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita hingga
akhir jaman dan di beri kesempatan untuk kembali berkurban ditahun-tahun
yang akan datang, amin..ya robbal alaamiin…
Jogjakarta, 20 November 2011
Hormat kami,
Panitia Qurban Iedul Adha 1432 H
Perguruan Beladiri Tenaga Dalam Islam Prana Sakti Pusat - Yogyakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)
