Wednesday, August 29, 2012

Melatih Otak kanan Dengan Jurus Prana sakti (?)

Jurus Prana sakti itu luar biasa sangat kaya, semua gerakan yang biasa digerakkan oleh gerak yang lazim digunakan orang yang dilatih untuk program therapi ada di jurus Prana sakti. selengkapnya..

Wednesday, July 18, 2012

Untuk pengetahuan --- Memahami penentuan awal bulan hijriyah

Bismillahirrahmanirrahim
 
Pada dasarnya, tak ada ayat al-qur’an yang menyinggung secara jelas dan spesifik atas metode penentuan awal bulan hijriyah. Yang ada hanyalah panduan umum untuk menggunakan matahari dan bulan sebagai patokan dalam mengetahui perputaran waktu (Al-‘Anam: 96, Yunus: 5, Ar-Rohman: 5). Ayat 185 surat Al-Baqoroh yang diduga sebagai landasan penetapan awal bulan Islam (khususnya bulan Ramadlan) sebenarnya sama sekali tidak menyinggung tentang metode penetuan awal bulan dalam Islam, hal ini sedikitnya karena empat alasan:
Pertama: Kata شهد dalam bahasa arab tidak mempunyai arti melihat, tetapi ada di tempat atau tidak bepergian, dan juga mengetahui. Sementara yang mempunyai arti melihat adalah شاهد dengan tambahan alif setelah syin. Bisa juga kata شهد berarti mengetahui, sehingga artinya mengetahui masuknya bulan Ramadlon.[1]
Kedua: Kalimat selanjutnya yaitu فمن كان منكم مريضا أو على سفر menjadi penguat atas kata شهد dengan arti hadir di tempat.[2]
Ketiga: Dan jika saja kata شهد diartikan dengan melihat, maka puasa Ramadan hanya wajib bagi orang yang melihat bulan saja, sedangkan yang lain tidak.[3]
Keempat: ال dalam kata الشهر berfungsi للمعهود السابق (penyebutan sesuatu yang telah lewat), sehingga maksud الشهر dalam ayat tersebut bukanlah bulan muda, melainkan bulan Ramadan.[4]
Oleh karena itu, metode penetapan awal bulan dalam Islam hanya didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW, bukan pada Al-Qur’an. Hadist-hadist shahih menetapkan bahwa dalam menentukan awal bulan Hijriyah, khususnya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dengan salah satu dari tiga metode: pertama melihat hilal (ru’yatul hilal), kedua menyempurnakan bulan yang bersangkutan (ikmal), dan yang ketiga memperkirakan “keberadaan” hilal (dengan ilmu hisab/falak). Hanya saja cara yang terakhir ini masih dipertentangkan oleh para sarjana fiqih Islam.


mudah-mudahan bermanfaat, 

Wednesday, July 11, 2012

Marhaban ya Ramadhan 1433H


 Bismillahirrahmanirrahiim

عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا
 فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.
Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Marhaban ya Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi seluruh saudara/i keluarga Prana Sakti khusunya dan umat muslim dimanapun berada. Semoga Allah SWT membimbing kita dalam menjalan puasa dan menjalan amalan ibadah dibulan ramadhan tahun ini sehingga kita semua mendapatkan pengampunan dan berkah dari Allah SWT. Amiin ya rabbal alamiiin.

Wednesday, June 06, 2012

Kegiatan Latihan PS Ramadhan 1433 H

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM


Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Diberitahukan kepada seluruh anggota Prana Sakti, bahwa pada bulan Ramadhan 1433 H tahun 2012 akan diselenggarakan latihan bersama dan kenaikan tingkat, yang insya ALLAH akan diadakan pada :
hari            : RABU-Malam Kamis
                    SABTU-Malam Minggu
waktu        : pukul 22.00 s/d 24.00 WIB
tempat      : Pantai Samas Bantul Yogyakarta

Sehubungan dengan hal tersebut, maka bagi anggota Prana Sakti cabang yang akan mengikuti kegiatan tersebut, agar terlebih dahulu memberitahukan kedatangannya paling lambat 1 (Satu) minggu sebelumnya ke sekretariat Prana Sakti Pusat Yogyakarta, via telepon (0274) 9872999.
Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada seluruh anggota Prana Sakti agar menjadi perhatian. Jika sekiranya ada hal-hal yang belum jelas, dapat langsung ditanyakan ke Sekretariat/Bengkel Prana Sakti Pusat Yogyakarta.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb


   Yogyakarta, 1 Juni 2012



Panitia Ramadhan 1433 H 

Wednesday, April 25, 2012