Prana Sakti adalah perguruan bela diri tenaga dalam yang berasaskan Islam yang berpusat di jogjakarta dan memiliki cabang dibanyak kota besar diindonesia diantaranya Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, bandung, Bengkulu, Jambi, Padang, Riau, Semarang, Magelang, Boyolali, Ujung Pandang, Pare-pare, Kolaka dan lainnya.bahkan memiliki anggota di luar negeri diantaranya Malaysia, Thailand, Jerman dan lain-lain.
Wednesday, August 29, 2012
Melatih Otak kanan Dengan Jurus Prana sakti (?)
Jurus Prana sakti itu luar biasa sangat kaya, semua gerakan yang biasa
digerakkan oleh gerak yang lazim digunakan orang yang dilatih untuk
program therapi ada di jurus Prana sakti. selengkapnya..
Wednesday, July 18, 2012
Untuk pengetahuan --- Memahami penentuan awal bulan hijriyah
Bismillahirrahmanirrahim
Pada
dasarnya, tak ada ayat al-qur’an yang menyinggung secara jelas dan spesifik
atas metode penentuan awal bulan hijriyah. Yang ada hanyalah panduan umum untuk
menggunakan matahari dan bulan sebagai patokan dalam mengetahui perputaran
waktu (Al-‘Anam: 96, Yunus: 5, Ar-Rohman: 5). Ayat 185 surat Al-Baqoroh yang
diduga sebagai landasan penetapan awal bulan Islam (khususnya bulan Ramadlan)
sebenarnya sama sekali tidak menyinggung tentang metode penetuan awal bulan
dalam Islam, hal ini sedikitnya karena empat alasan:
Pertama:
Kata شهد dalam bahasa arab tidak mempunyai arti melihat, tetapi ada di tempat
atau tidak bepergian, dan juga mengetahui. Sementara yang mempunyai arti
melihat adalah شاهد dengan tambahan alif setelah syin.
Bisa juga kata شهد berarti mengetahui, sehingga artinya mengetahui masuknya
bulan Ramadlon.[1]
Kedua:
Kalimat selanjutnya yaitu فمن كان منكم مريضا أو على سفر menjadi
penguat atas kata شهد dengan arti hadir di tempat.[2]
Ketiga: Dan
jika saja kata شهد diartikan dengan melihat, maka puasa Ramadan hanya wajib
bagi orang yang melihat bulan saja, sedangkan yang lain tidak.[3]
Keempat:
ال dalam kata الشهر berfungsi للمعهود السابق (penyebutan
sesuatu yang telah lewat), sehingga maksud الشهر dalam ayat tersebut
bukanlah bulan muda, melainkan bulan Ramadan.[4]
Oleh karena
itu, metode penetapan awal bulan dalam Islam hanya didasarkan pada hadits Nabi
Muhammad SAW, bukan pada Al-Qur’an. Hadist-hadist shahih menetapkan bahwa dalam
menentukan awal bulan Hijriyah, khususnya bulan Ramadhan, Syawal, dan
Dzulhijjah dengan salah satu dari tiga metode: pertama melihat hilal (ru’yatul
hilal), kedua menyempurnakan bulan yang bersangkutan (ikmal), dan yang ketiga
memperkirakan “keberadaan” hilal (dengan ilmu hisab/falak). Hanya saja cara
yang terakhir ini masih dipertentangkan oleh para sarjana fiqih Islam.
mudah-mudahan bermanfaat,
Wednesday, July 11, 2012
Marhaban ya Ramadhan 1433H
Bismillahirrahmanirrahiim
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا
فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين قال الأعظمي : إسناده جيد
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.
Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
Marhaban ya Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi seluruh saudara/i keluarga Prana Sakti khusunya dan umat muslim dimanapun berada. Semoga Allah SWT membimbing kita dalam menjalan puasa dan menjalan amalan ibadah dibulan ramadhan tahun ini sehingga kita semua mendapatkan pengampunan dan berkah dari Allah SWT. Amiin ya rabbal alamiiin.
Wednesday, June 06, 2012
Kegiatan Latihan PS Ramadhan 1433 H
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Assalaamu’alaikum
Wr. Wb.
Diberitahukan kepada seluruh anggota
Prana Sakti, bahwa pada bulan Ramadhan 1433 H tahun 2012 akan diselenggarakan
latihan bersama dan kenaikan tingkat, yang insya ALLAH akan diadakan pada :
hari : RABU-Malam Kamis
SABTU-Malam Minggu
waktu : pukul 22.00 s/d 24.00 WIB
tempat : Pantai Samas Bantul Yogyakarta
Sehubungan dengan hal tersebut, maka
bagi anggota Prana Sakti cabang yang akan mengikuti kegiatan tersebut, agar
terlebih dahulu memberitahukan kedatangannya paling lambat 1 (Satu) minggu
sebelumnya ke sekretariat Prana Sakti Pusat Yogyakarta, via telepon (0274) 9872999.
Demikian pengumuman ini kami
sampaikan kepada seluruh anggota Prana Sakti agar menjadi perhatian. Jika
sekiranya ada hal-hal yang belum jelas, dapat langsung ditanyakan ke Sekretariat/Bengkel
Prana Sakti Pusat Yogyakarta.
Wassalaamu’alaikum
Wr. Wb
Yogyakarta, 1 Juni 2012
Yogyakarta, 1 Juni 2012
Wednesday, April 25, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)